CAKUPAN WILAYAHKawasan statistik UN M49 035; keanggotaan negara/area menurut tabel UNSD yang diakses 13 Oktober 2026.

Ilustrasi cakupan

Batas geografis bersumber belum tersedia. Diagram menunjukkan cakupan atau hubungan yang sudah terdokumentasi, tanpa membuat batas baru.

Di mana Asia Tenggara dan apa cakupannya?

Asia Tenggara adalah kawasan statistik M49. Lokasi dijelaskan melalui cakupan dan hubungan wilayah yang bersumber. Titik lokasi dan batas wilayah mempunyai makna berbeda.

Identitas dan lokasi berdasarkan versi sumber yang digunakan.
Jenis dan cakupanKawasan statistik UN M49 035; keanggotaan negara/area menurut tabel UNSD yang diakses 13 Oktober 2026.
Kawasan penyajianAsia
Identitas sumberM49: 035 [sumber]
Pemeriksaan profil. Pemeriksaan otomatis dan editorial terstruktur; bukan tinjauan ahli.

Skema dan kode

Kode M49 035 menyatakan South-eastern Asia dalam hierarki World → Asia → South-eastern Asia. Kode disimpan sebagai string untuk mempertahankan nol di awal dan tidak dijadikan klaim kedaulatan.[1]

Anggota dan batas penggunaan

Kelompok ini memuat Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor-Leste, dan Viet Nam. Pengelompokan dibuat untuk kemudahan statistik oleh UNSD.[1]

Hubungan wilayah

Kawasan geografis · Kawasan Asia

Komponen menurut sumber

  • Brunei Darussalam
  • Kamboja
  • Indonesia
  • Laos
  • Malaysia
  • Myanmar
  • Filipina
  • Singapura
  • Thailand
  • Timor-Leste
  • Viet Nam

Daftar anggota mengikuti versi sumber yang disebutkan. Anggota yang belum ditulis tidak dihitung sebagai profil terbit.

Metode dan sumber

  1. [1] UN Statistics Division — M49 ↗

    Tabel online diakses 13 Oktober 2026 · Penggunaan kode dan fakta dengan atribusi UNSD
    Skema statistik negara/area dan kawasan; kode bukan penetapan kedaulatan.

Pemeriksaan konsistensi sumber dan editorial berbantuan AI; bukan tinjauan ahli. Pemeriksaan pada 13 Oktober 2026. Bagian yang belum mempunyai data bersumber tetap ditandai sebagai belum tersedia.
Baca kebijakan data dan editorial